APAKAH 11 saluran televisi nasional saat ini sudah cukup memenuhi dahaga Anda terhadap informasi dan hiburan? Jika belum cukup, bagaimana jika televisi di rumah Anda memiliki lebih dari 500 saluran televisi, lokal, nasional, dan mancanegara? Seluruhnya siap dinikmati, gratis pula tanpa iuran bulanan. Siap?
Ternyata, cukup banyak stasiun televisi yang beroperasi dengan status free to air (FTA) alias silakan ditangkap secara gratis. Berdasarkan data di lyngsat.com, terdapat 1647 stasiun televisi dengan status FTA, Indonesia memiliki 16 FTA. Selain 11 yang sudah ada, tercantum pula nama Ar-Rahman Channel, Bali TV, MTV Indonesia, Quick Channel, dan Swara. TVRI Banda Aceh terdaftar tersendiri karena menggunakan satelit Telkom 1, bukan Palapa C2 seperti TVRI pada umumnya.
Pada satu satelit Telkom 1 saja, ada banyak saluran yang dapat ditangkap, seperti RAI International, Animal Planet, CNN, Star Sport, dan lain-lain. Padahal sebagai negara yang terletak di bawah garis katulistiwa, langit Indonesia disesaki oleh orbit satelit buatan tersebut. Selain Telkom 1 dan Palapa C2, masih ada satelit Cakrawarta, Intelsat, Asiasat 2, Horizont 31, AAP 1, Sinosat, Koreasat, Thaicom 1A, Superbird C, Panamsat. Wah pokoknya banyak deh.
”Kita mestinya memang bersyukur hidup di Indonesia. Di bawah garis katulistiwa yang merupakan orbit satelit ini, ada ratusan satelit di atas sana. Dari Indonesia, kita bisa dapat 40 satelit, Betapa beruntungnya hidup di bawah garis katulistiwa,” ujar Roy Suryo, pengamat multimedia dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Roy sendiri mengaku, ia bisa menikmati lebih dari 500 saluran televisi di rumahnya. Untuk itu, ia memang memasang 11 parabola di rumahnya. Jumlah yang cukup banyak, dan jelas butuh dana tidak sedikit untuk mewujudkannya. Menurutnya, pengeluaran ekstra itu hanya untuk permulaan.
”Ngapain bayar iuran bulanan pay tv yang bisa mencapai 300 ribu itu. Coba hitung berapa harus dikeluarkan setahun cuma untuk iuran. Lebih baik dikumpulkan dulu, lalu beli parabola. Memang ada juga beberapa siaran satelit yang diacak, juga ada stasiun yang tidak FTA. Tapi yang free banyak kok,” ujar Roy.
Menurutnya, tidak ada cara-cara rumit yang harus ditempuh untuk bisa menikmati kepuasan semacam itu, semua dapat dilakukan secara sederhana. Pemasangan parabola bisa dilakukan oleh banyak toko, alat penerimanya pun tidak mahal, hanya berkisar Rp. 500 ribu sampai Rp. 1 juta. Yang perlu diketahui hanya mencari track satelit, frekuensi dan posisi transponder (tp) stasiun televisi tersebut.
Roy memaparkan, track satelit diarahkan sesuai dengan letaknya secara geografis. Contohnya, satelit Cakrawarta terletak di 107,7 derajat Bujur Timur, Telkom 1 di 108 derajat Bujur Timur, dan Palapa C2 di 113 derajat Bujur Timur. Stasiun Lativi terletak di frekuensi 4065 H dan tp 10 pada satelitnya, Trans TV di 4085 H dan tp 10.
Benar, tidak mudah mencari banyak track, menentukan frekuensi dan tp. Tetapi, tidak perlu pusing memikirkannya. Jaringan informasi lewat internet dapat mempermudah pencariannya. Roy menyarankan para pencari FTA untuk memanfaatkan informasi yang tersedia di situs internet lyngsat.com dan satcodx.com. Pada situs satcodx.com, bahkan tersedia informasi dalam bahasa Indonesia.
Dengan memasuki lyngsat.com, kita dapat mengetahui daftar 1647 stasiun televisi yang telah dipisah berdasarkan negara dan benua. Bukan cuma itu, kita dapat mengetahui stasiun televisi itu memanfaatkan satelit apa untuk siarannya. Lalu, di posisi mana frekuensi dan tp stasiun televisi itu di sebuah satelit. Semua informasi itu tinggal kita masukkan ke alat penerima frekuensi televisi satelit, lalu direkam. Informasi di satcodx.com kurang lebih sama, kecuali memiliki kelebihan karena menyediakan informasi berbahasa Indonesia.
Namun perlu diperhatikan, siasat ini mungkin mendapat komplain dari operator tv satelit di Indonesia jika kemudian dilaksanakan tidak untuk kepentingan sendiri. Maksudnya, bila Anda memiliki 11 parabola yang diarahkan ke 11 satelit sehingga dapat menikmati ratusan stasiun televisi, nikmatilah sendiri di rumah, jangan diparalelkan ke tetangga.
”Sepanjang hanya untuk dinikmati sendiri, saya kira tidak melanggar hukum. Status siarannya kan free. Tapi kalau saya memparalelkannya ke tetangga, itu melanggar hukum. Operator pay tv boleh komplain,” ujar Roy.
Saat ini, ada beberapa operator pay tv yang beroperasi di Indonesia, antara lain Indovision, Kabelvision, dan Telkomvision. Mereka menawarkan aneka ragam program tayangan televisi lokal dan mancanegara melalui sistem TV kabel dan TV satelit. Harga yang ditawarkan pun beragam tergantung paket yang dipilih, mulai dari Rp. 59 ribu hingga Rp. 269 ribu. Ada pula stasiun-stasiun televisi khusus yang ditawarkan terpisah, dengan bayaran tidak termasuk dalam harga paket. Sistem ini menawarkan kemudahan karena hanya menggunakan perangkat dekoder tanpa harus menanam banyak parabola di pekarangan rumah. Meski untuk itu, ada iuran yang wajib dibayar oleh pelanggannya. (Erm/”PR”) ***
sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0103/23/cakrawala/lainnya01.htm
11 komentar:
Saya sangat tertarikdengan prinsip anda. Mungkin anda bisa membantu dengan daftar satelit dan siaran apa saja yg ada. Serta detil lengkapnya. Please ya... tlg kirim aja ke satiaceh@yahoo.com atw satiaceh@gmail.com TRIMS
saya sudah malas mengurus blog ini. yang masih penasaran silahkan join ke http://freesignal.multiply.com
HEBAAAAT YA...TAPI HARI GINII MASIH AJA PAKAI 11 PARABOLA .BANGKRUT OEEE...
DI SINI GUE 1PRABOLA 1REMOT 500SIARAN.ITU SUDAH BIASA .BILA ANDA BER MINAT KUNJUNGI BLOG SAYA.
mitraparabola.blogspot.com
tanpa registrasi,tidak ribet,aliasss frrrreeeeeeeee..
Yoi..1parabola aja cukup..
Cm org bego yg sok tau tuh yg pke 11 parabola..
Pakar IT?najiz bngt tuh org..
liat aja kpn pernah lg tuh org nongol d tv.. Mampus aja tuh roy suryo!
pake Rotator kalee....
hahaha biasanya yg suka mencela kekurangan org itu sebenarnya adalah kekurangannya sendiri, jd cpa yg bego silahkan terka, menurut g dgn 11 parabola sgt masuk diakal dan bryliant, benar dgn 1 parabola pun dgn gunakan actuator bisa mendapat 500 siaran tetapi hrs diingat anda tidak bsa mendapatkan semua siaran dlm waktu bersamaan tetapi setiap mau pindah siaran harus mengarahkan parabol ke posisi satelit yg diingibnkan , bedanya dgn 11 parabola mka dlm waktu bersamaan semuac siaran itu tibggal dinikmati hny perlu memindahkan saluran yg sesuai, multi channel online, paham?
Betul Mr. Jacq...dengan 11 parabola bisa ready 11 siaran satelit...siaran bisa dinikmati bareng 500 channel tanpa merubah-rubah motor/posisi parabola...tapi kalau tv-nya cuma satu ya sama aja...bagusnya tvnya ya 500 biji...jadi bisa nonton 500 tv bareng...
11 parabola!!!
di rumahku cuma satu tapi bisa mutar
lalu maksud si roy suryo apa dong? dia kan pakar IT
kalo 1 aja bisa rotate buat apa beli 11!!!
emang ini cara terbaru buat nonton tv satelit??
mau dapat ratusan channel tv gratis?
klik
http://tvkuindo.wordpress.com
thanks
sya mau tanya tentang parabola digital,apa tiap bulan bayar ya.trs masalh parabolanya besar apa yang kecil.dan apa mungkin bisa capai signal tv luar negri bagus.trims.
Bagi yang mau tau update terbaru kode frekuensi TV via Parabola, silahkan kunjungi http://masprinet.blogspot.com/2011/12/update-frekwensi-tv-via-antena-parabola.html
Post a Comment